Artikel Firewall
Apabila anda sudah menggunakan internet untuk beberapa waktu, dan terutama jika anda bekerja di perusahaan yang besar dan browse internet di tempat kerja, anda mungkin sudah mendengar istilah firewall. Sebagain contohnya, anda sering mendengar orang bilang, “Saya tidak bisa ke situs itu sebab mereka tidak mengijinkan melalui firewall.”
Jika anda mempunyai hubungan internet yang cepat di rumah (seperti DSL atau kabel modem), anda juga mendengar tentang menggunakan firewall untuk network diperumahan. Kenyataannya, network perumahan mempunyai masalah keamanan yang sama dengan perusahaan besar. Anda bisa menggunakan firewall untuk melindungi network perumahan dan keluarga dari serangan situs web dan potensi para hacker.
Pada dasarnya, firewall itu seperti dinding pemisah untuk menghalangi tenaga yang merusak jauh dari rumah kita. Sebenarnya, dinding yang disebut firewall didirikan untuk menghalangi api untuk menyebar dari satu tempat ke tempat lain.
Fungsi Firewall
Firewall adalah perangkat lunak atau keras yang menyaring (filter) informasi yang masuk melalui koneksi internet ke network privat atau sistem komputer. Jika paket informasi yang masuk ditandai oleh filter, paket itu tidak boleh masuk lebih dalam dan harus disingkirkan.
Misalkan anda bekerja di perusahaan dengan 500 pekerja. Jadi perusahaan itu mempunyai ratusan komputer yang dihubungkan dengan kartu network. Perusahaan ini juga mempunyai koneksi ke internet melalui T1 atau T3 (semacam kabel modem tapi untuk perusahaan besar). Tanpa menggunakan firewall, ratusan komputer ini akan berhubungan langsung dengan internet. Hacker bisa menganalisa komputer yang dipakai oleh akuntan, misalnya, lalu berusaha membuat koneksi ke komputer tadi melalui FTP, telnet, atau cara lain. Jika satu pekerja membuat kesalahan dan membuka lubang untuk hacker bisa masuk, hacker ini akan mengkontrol komputer tersebut.
Dengan firewall, keadaannya akan sangat berubah. Perusahaan ini memasang firewall ditiap koneksi ke internet (misalnya, ditiap T1 yang masuk ke perusahaan). Di firewall ini bisa dipasang peraturan sekuriti, misalnya:
Dari 500 komputer di perusahaan ini, hanya satu yang diperbolehkan untuk menerima lalu-lintas FTP. Komputer lain harus berubungan dengan komputer ini untuk menggunakan fasilitas FTP.
Perusahaan bisa membuat peraturan seperti diatas untuk FTP server, Web server, Telnet server dan lain-lain. Perusahaan bisa juga mengkontrol bagaimana pekerjanya mengakses ke situs internet, apa boleh mengirim file keluar dari perusahaan melalui network, dll. Firewall menggunakan satu atau lebih metoda untuk mengatur lalu-lintas keluar-masuk network:
Packet filtering - Paket data dianalisa dan dibandingkan dengan filter. Paket yang lolos filter dikirim ke sistem yang meminta dan sisanya akan dibuang.
Proxy service - Informasi yang keluar-masuk dari internet harus melalui firewall. Contoh: Komputer A minta informasi dari situs ABC. Komputer A tidak berhubungan langsung dengan situs ABC, tetapi firewall yang akan minta informasi ini dan setelah mendapatkan akan mengirim ke komputer A.
Stateful inspection - Metoda baru yang tidak memeriksa setiap paket tetapi akan membandingkan kunci bagian dari paket itu dengan database yang berisi informasi yang dipercaya. Informasi yang keluar dan berasal dari dalam firewall akan dimonitor untuk karakter penting, kemudian informasi yang masuk akan dibandingkan dengan karakter ini. Jika perbandingannya cukup dekat informasi ini akan dipersilahkan masuk, jika tidak akan dibuang.
Membuat Firewall Pas
Firewall bisa dikonfigurasi. Ini berarti anda bisa menambah atau mengurangi filter yang akan dipakai tergantung dari keadaan. Sebagian dari filter ini adalah:
IP address - Tiap komponen (komputer, hub, print server, dll) dari internet diberi alamat unik (tidak ada yang sama) dan disebut IP address. Alamat ini 32-bit, ditayangkan sebagai empat “octets” dengan titik pemisah; contoh: 72.164.215.216. Contoh pengetrapan, jika IP address tertentu diluar perusahaan membaca terlalu banyak file dari server, firewall bisa dikonfigurasi untuk mengeblok semua lalu-lintas dari IP address ini.
Domain names - Karena sangat susah mengingat urutan nomer-nomer yang membentuk IP address, dan karena kadang-kadang IP addresses harus diganti, semua server di internet juga mempunyai nama yang mudah untuk dibaca, sebagai pengganti IP address, dan disebut domain names. Sebagai contoh, lebih mudah menghafalkan www.howstuffworks.com daripada 216.27.61.137. Contoh pengetrapan: Perusahaan bisa mengeblok atau memberi akses ke domain tertentu.
Protocol - Protocol adalah cara tertentu bagi seseorang yang mau menggunakan service untuk berkomunikasi dengan service tersebut. “Seseorang” ini bisa berarti orang, atau lebih cenderung ke aplikasi seperti browser, telnet, atau ftp. Contoh protocol misalnya http sebagai web protocol. Protocols yang sering diset di firewall termasuk:
IP (Internet Protocol) - sistem pengiriman informasi melalui internet
TCP (Transmission Control Protocol) - digunakan untuk memecah dan membangun balik informasi yang beredar di internet. TCP memerlukan jawaban balik dari sipenerima untuk menyakinkan bahwa paket yang dikirim sudah diterima dan untuk mengetahui jika paket harus dikirim ulang jika hilang.
HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) - digunakan untuk Web pages
FTP (File Transfer Protocol) - untuk download dan upload file
UDP (User Datagram Protocol) - semacam TCP tetapi tidak memerlukan jawaban balik, seperti streaming audio dan video
ICMP (Internet Control Message Protocol) - digunakan oleh router untuk tukar informasi dengan router yang lain
SMTP (Simple Mail Transport Protocol) - untuk mengirim informasi dalam bentuk teks (e-mail)
SNMP (Simple Network Management Protocol) - untuk mengumpulkan sistem informasi dari remote komputer
Telnet - untuk menjalankan perintah di remote komputer
Perusahaan bisa mengkonfigurasi satu atau dua komputer untuk menangani protocol tertentu dan melarang protocol ini di komputer yang lainnya.
Ports - Server menyediakan service ke internet dengan menggunakan nomer port, satu nomer untuk setiap servis yang tersedia di server tsb. Contoh: HTTP (port 80), FTP (port 21).
Kata atau kata-kata tertentu - Firewall akan mendeteksi semua paket yang berisi kata-kata ini. Anda bisa mengkonfigurasi firewall untuk mengeblok paket yang berisi kata “X-rated” atau “XXX”. Yang penting kata filter ini harus benar-benar sama– “X-rated” tidak sama dengan “X rated”.
OS (operating systems) tertentu mempunyai built-in firewall built, seperti Unix atau Linux, dan Windows XP dengan SP-2 . Jika tidak, perangkat lunak firewall bisa dipasang di komputer di rumah yang mempunyai koneksi dengan internet. Komputer ini dianggap sebagai gateway karena menyediakan satu titik akses antara network perumahan dengan internet. Dengan perangkat keras firewall, unit ini sendiri biasanya berfungsi sebagai gateway. Contohnya Linksys Cable/DSL router yang mempunyai built-in kartu Ethernet and hub. Komputers di network perumahan disambung ke router, dan router ini disambung ke cable atau DSL modem. Anda bisa mengkonfigurasi router ini melalui browser.
Perangkat keras firewall sangat aman dan tidak mahal. Versi untuk perumahan yang termasuk router, firewall dan Ethernet hub untuk koneksi broadband bisa didapat dengan harga dibawah Rp. 1 juta.
Perlindungan Oleh Firewall
Banyak cara bagi hacker untuk mengakses atau merusak data di komputer yang tidak dilindungi:
Remote login - Apabila orang bisa masuk ke komputer anda dan bisa ambil kontrol–bisa membaca file atau menjalankan aplikasi.
Application backdoors - Aplikasi tertentu mempunyai jalan belakang yang mengijinkan akses remote untuk masuk ke komputer.
SMTP session hijacking - SMTP digunakan untuk mengirim imel melalui internet. Dengan memperoleh akses ke daftar imel, hacker bisa menggunakan informasi ini untuk kirim junk imel atau spam ke ratusan bahkan jutaan orang. Ini biasanya dilakukan dengan merubah jalur imel ke SMTP server yang sudah di-hack, jadi spam ini seakan-akan dikirim dari SMTP server ini. Hal ini membuat pelacakan pengirim yang asli sangat susah.
Operating system bugs - Seperti program aplikasi, operating sistem ada kalanya mempunyai “bug” yang memungkinkan hacker untuk menggunakan kesempatan ini sebagai pintu masuk.
Denial of service - Anda mungkin pernah mendengar istilah ini dari berita tentang serangan ke situs yang besar, seperti Microsoft atau Yahoo. Serangan ini sangat susah untuk dibendung. Yang terjadi adalah hacker mengirim permintaan untuk berhubungan dengan server. Ketika server menjawab dan siap membuat session, server ini tidak bisa menemukan alamat pemintanya. Dengan membuat permintaan sedemikian rupa dan sedemikian banyak, server ini akan menjadi sangat lamban dan akhirnya crash.
E-mail bombs - Bom imel biasanya serangan personal. Seseorang mengirim ratusan atau ribuan imel yang sama sampai imel servernya tidak bisa terima apa-apa lagi.
Macros - Macro biasanya dibuat untuk mempermudah menjalankan prosedur yang rumit dan sering diulang. Komputer anda bisa mempunyai macro yang jahat karena hacker atau anda men-download macro itu dari internet tanpa anda sadari. Macro ini bisa menghapus dokument/file atau membuat sistem anda crash.
Viruses - Virus adalah aplikasi kecil yang bisa menduplikasi sendiri ke komputer lain. Dengan demikian virus ini bisa menyebar secara cepat dari satu komputer ke komputer yang lain. Virus ini bisa jinak atau ganas (merusak data).
Spam - Biasanya jinak tapi membuat kesal. Spam bisa berbahaya karena mengandung pranala ke situs yang salah/palsu.
Redirect bombs - Hacker bisa menggunakan ICMP untuk merubah arus lalu-lintas internet ke router yang lain. Ini adalah satu cara untuk mengkonfigurasi serangan denial of service.
Source routing - Umumnya, jalur yang harus ditempuh oleh paket informasi di Internet ditentukan oleh router-router yang dilewati. Tetapi sumber yang menyediakan rute ini bisa memberi rute yang salah atau diganti oleh hacker.
Beberapa topik yang disebut diatas sangat susah, atau bahkan tidak mungkin, untuk di filter dengan firewall. Meskipun ada firewall yang memberi perlindungan seperti anti-virus, memasang anti-virus ditiap komputer memberi perlindungan yang lebih bagus. Meskipun spam itu sangat menjengkelkan akan tetapi spam ini akan terus lewat firewall jika anda menerima dan membuka spam tersebut. Tingkat sekuriti menentukan berapa banyak ancaman serangan ini bisa dihambat oleh firewall. Tingkat sekuriti yang tinggi bisa mengeblok hampir semua ancaman. Tetapi hal ini menutup kemungkinan untuk berhubungan dengan internet. Cara yang biasanya dipakai adalah blok semuanya lalu pilih aktivitas apa yang diperbolehkan. Anda bisa mengijikan lalu-lintas apa yang akan lewat melalui firewall sehingga hanya tipe informasi tertentu, seperti imel, bisa lewat. Ini adalah cara yang bagus untuk bisnis yang mempunyai administrator network yang berpengalaman. Untuk kita semua, sebaiknya terima konfigurasi yang disediakan oleh firewall kecuali ada alasan untuk merubahnya.
Satu hal yang terbagus tentang firewall dilihat dari pandangan sekuritas adalah firewall memblokir kemungkinan orang luar untuk mengakses komputer didalam network (dibelakang dinding firewall). Meskipun hal ini sangat penting untuk bisnis, tetapi network perumahan menderita sedikit atau hampir tidak ada ancaman seperti ini. Akan tetapi memasang firewall memberi keamanan dan rasa tenang.
Diterjemahkan dari:
Jeff Tyson. “How Firewalls Work”. October 24, 2000
http://www.howstuffworks.com/firewall.htm
Jika anda mempunyai hubungan internet yang cepat di rumah (seperti DSL atau kabel modem), anda juga mendengar tentang menggunakan firewall untuk network diperumahan. Kenyataannya, network perumahan mempunyai masalah keamanan yang sama dengan perusahaan besar. Anda bisa menggunakan firewall untuk melindungi network perumahan dan keluarga dari serangan situs web dan potensi para hacker.
Pada dasarnya, firewall itu seperti dinding pemisah untuk menghalangi tenaga yang merusak jauh dari rumah kita. Sebenarnya, dinding yang disebut firewall didirikan untuk menghalangi api untuk menyebar dari satu tempat ke tempat lain.
Fungsi Firewall
Firewall adalah perangkat lunak atau keras yang menyaring (filter) informasi yang masuk melalui koneksi internet ke network privat atau sistem komputer. Jika paket informasi yang masuk ditandai oleh filter, paket itu tidak boleh masuk lebih dalam dan harus disingkirkan.
Misalkan anda bekerja di perusahaan dengan 500 pekerja. Jadi perusahaan itu mempunyai ratusan komputer yang dihubungkan dengan kartu network. Perusahaan ini juga mempunyai koneksi ke internet melalui T1 atau T3 (semacam kabel modem tapi untuk perusahaan besar). Tanpa menggunakan firewall, ratusan komputer ini akan berhubungan langsung dengan internet. Hacker bisa menganalisa komputer yang dipakai oleh akuntan, misalnya, lalu berusaha membuat koneksi ke komputer tadi melalui FTP, telnet, atau cara lain. Jika satu pekerja membuat kesalahan dan membuka lubang untuk hacker bisa masuk, hacker ini akan mengkontrol komputer tersebut.
Dengan firewall, keadaannya akan sangat berubah. Perusahaan ini memasang firewall ditiap koneksi ke internet (misalnya, ditiap T1 yang masuk ke perusahaan). Di firewall ini bisa dipasang peraturan sekuriti, misalnya:
Dari 500 komputer di perusahaan ini, hanya satu yang diperbolehkan untuk menerima lalu-lintas FTP. Komputer lain harus berubungan dengan komputer ini untuk menggunakan fasilitas FTP.
Perusahaan bisa membuat peraturan seperti diatas untuk FTP server, Web server, Telnet server dan lain-lain. Perusahaan bisa juga mengkontrol bagaimana pekerjanya mengakses ke situs internet, apa boleh mengirim file keluar dari perusahaan melalui network, dll. Firewall menggunakan satu atau lebih metoda untuk mengatur lalu-lintas keluar-masuk network:
Packet filtering - Paket data dianalisa dan dibandingkan dengan filter. Paket yang lolos filter dikirim ke sistem yang meminta dan sisanya akan dibuang.
Proxy service - Informasi yang keluar-masuk dari internet harus melalui firewall. Contoh: Komputer A minta informasi dari situs ABC. Komputer A tidak berhubungan langsung dengan situs ABC, tetapi firewall yang akan minta informasi ini dan setelah mendapatkan akan mengirim ke komputer A.
Stateful inspection - Metoda baru yang tidak memeriksa setiap paket tetapi akan membandingkan kunci bagian dari paket itu dengan database yang berisi informasi yang dipercaya. Informasi yang keluar dan berasal dari dalam firewall akan dimonitor untuk karakter penting, kemudian informasi yang masuk akan dibandingkan dengan karakter ini. Jika perbandingannya cukup dekat informasi ini akan dipersilahkan masuk, jika tidak akan dibuang.
Membuat Firewall Pas
Firewall bisa dikonfigurasi. Ini berarti anda bisa menambah atau mengurangi filter yang akan dipakai tergantung dari keadaan. Sebagian dari filter ini adalah:
IP address - Tiap komponen (komputer, hub, print server, dll) dari internet diberi alamat unik (tidak ada yang sama) dan disebut IP address. Alamat ini 32-bit, ditayangkan sebagai empat “octets” dengan titik pemisah; contoh: 72.164.215.216. Contoh pengetrapan, jika IP address tertentu diluar perusahaan membaca terlalu banyak file dari server, firewall bisa dikonfigurasi untuk mengeblok semua lalu-lintas dari IP address ini.
Domain names - Karena sangat susah mengingat urutan nomer-nomer yang membentuk IP address, dan karena kadang-kadang IP addresses harus diganti, semua server di internet juga mempunyai nama yang mudah untuk dibaca, sebagai pengganti IP address, dan disebut domain names. Sebagai contoh, lebih mudah menghafalkan www.howstuffworks.com daripada 216.27.61.137. Contoh pengetrapan: Perusahaan bisa mengeblok atau memberi akses ke domain tertentu.
Protocol - Protocol adalah cara tertentu bagi seseorang yang mau menggunakan service untuk berkomunikasi dengan service tersebut. “Seseorang” ini bisa berarti orang, atau lebih cenderung ke aplikasi seperti browser, telnet, atau ftp. Contoh protocol misalnya http sebagai web protocol. Protocols yang sering diset di firewall termasuk:
IP (Internet Protocol) - sistem pengiriman informasi melalui internet
TCP (Transmission Control Protocol) - digunakan untuk memecah dan membangun balik informasi yang beredar di internet. TCP memerlukan jawaban balik dari sipenerima untuk menyakinkan bahwa paket yang dikirim sudah diterima dan untuk mengetahui jika paket harus dikirim ulang jika hilang.
HTTP (Hyper Text Transfer Protocol) - digunakan untuk Web pages
FTP (File Transfer Protocol) - untuk download dan upload file
UDP (User Datagram Protocol) - semacam TCP tetapi tidak memerlukan jawaban balik, seperti streaming audio dan video
ICMP (Internet Control Message Protocol) - digunakan oleh router untuk tukar informasi dengan router yang lain
SMTP (Simple Mail Transport Protocol) - untuk mengirim informasi dalam bentuk teks (e-mail)
SNMP (Simple Network Management Protocol) - untuk mengumpulkan sistem informasi dari remote komputer
Telnet - untuk menjalankan perintah di remote komputer
Perusahaan bisa mengkonfigurasi satu atau dua komputer untuk menangani protocol tertentu dan melarang protocol ini di komputer yang lainnya.
Ports - Server menyediakan service ke internet dengan menggunakan nomer port, satu nomer untuk setiap servis yang tersedia di server tsb. Contoh: HTTP (port 80), FTP (port 21).
Kata atau kata-kata tertentu - Firewall akan mendeteksi semua paket yang berisi kata-kata ini. Anda bisa mengkonfigurasi firewall untuk mengeblok paket yang berisi kata “X-rated” atau “XXX”. Yang penting kata filter ini harus benar-benar sama– “X-rated” tidak sama dengan “X rated”.
OS (operating systems) tertentu mempunyai built-in firewall built, seperti Unix atau Linux, dan Windows XP dengan SP-2 . Jika tidak, perangkat lunak firewall bisa dipasang di komputer di rumah yang mempunyai koneksi dengan internet. Komputer ini dianggap sebagai gateway karena menyediakan satu titik akses antara network perumahan dengan internet. Dengan perangkat keras firewall, unit ini sendiri biasanya berfungsi sebagai gateway. Contohnya Linksys Cable/DSL router yang mempunyai built-in kartu Ethernet and hub. Komputers di network perumahan disambung ke router, dan router ini disambung ke cable atau DSL modem. Anda bisa mengkonfigurasi router ini melalui browser.
Perangkat keras firewall sangat aman dan tidak mahal. Versi untuk perumahan yang termasuk router, firewall dan Ethernet hub untuk koneksi broadband bisa didapat dengan harga dibawah Rp. 1 juta.
Perlindungan Oleh Firewall
Banyak cara bagi hacker untuk mengakses atau merusak data di komputer yang tidak dilindungi:
Remote login - Apabila orang bisa masuk ke komputer anda dan bisa ambil kontrol–bisa membaca file atau menjalankan aplikasi.
Application backdoors - Aplikasi tertentu mempunyai jalan belakang yang mengijinkan akses remote untuk masuk ke komputer.
SMTP session hijacking - SMTP digunakan untuk mengirim imel melalui internet. Dengan memperoleh akses ke daftar imel, hacker bisa menggunakan informasi ini untuk kirim junk imel atau spam ke ratusan bahkan jutaan orang. Ini biasanya dilakukan dengan merubah jalur imel ke SMTP server yang sudah di-hack, jadi spam ini seakan-akan dikirim dari SMTP server ini. Hal ini membuat pelacakan pengirim yang asli sangat susah.
Operating system bugs - Seperti program aplikasi, operating sistem ada kalanya mempunyai “bug” yang memungkinkan hacker untuk menggunakan kesempatan ini sebagai pintu masuk.
Denial of service - Anda mungkin pernah mendengar istilah ini dari berita tentang serangan ke situs yang besar, seperti Microsoft atau Yahoo. Serangan ini sangat susah untuk dibendung. Yang terjadi adalah hacker mengirim permintaan untuk berhubungan dengan server. Ketika server menjawab dan siap membuat session, server ini tidak bisa menemukan alamat pemintanya. Dengan membuat permintaan sedemikian rupa dan sedemikian banyak, server ini akan menjadi sangat lamban dan akhirnya crash.
E-mail bombs - Bom imel biasanya serangan personal. Seseorang mengirim ratusan atau ribuan imel yang sama sampai imel servernya tidak bisa terima apa-apa lagi.
Macros - Macro biasanya dibuat untuk mempermudah menjalankan prosedur yang rumit dan sering diulang. Komputer anda bisa mempunyai macro yang jahat karena hacker atau anda men-download macro itu dari internet tanpa anda sadari. Macro ini bisa menghapus dokument/file atau membuat sistem anda crash.
Viruses - Virus adalah aplikasi kecil yang bisa menduplikasi sendiri ke komputer lain. Dengan demikian virus ini bisa menyebar secara cepat dari satu komputer ke komputer yang lain. Virus ini bisa jinak atau ganas (merusak data).
Spam - Biasanya jinak tapi membuat kesal. Spam bisa berbahaya karena mengandung pranala ke situs yang salah/palsu.
Redirect bombs - Hacker bisa menggunakan ICMP untuk merubah arus lalu-lintas internet ke router yang lain. Ini adalah satu cara untuk mengkonfigurasi serangan denial of service.
Source routing - Umumnya, jalur yang harus ditempuh oleh paket informasi di Internet ditentukan oleh router-router yang dilewati. Tetapi sumber yang menyediakan rute ini bisa memberi rute yang salah atau diganti oleh hacker.
Beberapa topik yang disebut diatas sangat susah, atau bahkan tidak mungkin, untuk di filter dengan firewall. Meskipun ada firewall yang memberi perlindungan seperti anti-virus, memasang anti-virus ditiap komputer memberi perlindungan yang lebih bagus. Meskipun spam itu sangat menjengkelkan akan tetapi spam ini akan terus lewat firewall jika anda menerima dan membuka spam tersebut. Tingkat sekuriti menentukan berapa banyak ancaman serangan ini bisa dihambat oleh firewall. Tingkat sekuriti yang tinggi bisa mengeblok hampir semua ancaman. Tetapi hal ini menutup kemungkinan untuk berhubungan dengan internet. Cara yang biasanya dipakai adalah blok semuanya lalu pilih aktivitas apa yang diperbolehkan. Anda bisa mengijikan lalu-lintas apa yang akan lewat melalui firewall sehingga hanya tipe informasi tertentu, seperti imel, bisa lewat. Ini adalah cara yang bagus untuk bisnis yang mempunyai administrator network yang berpengalaman. Untuk kita semua, sebaiknya terima konfigurasi yang disediakan oleh firewall kecuali ada alasan untuk merubahnya.
Satu hal yang terbagus tentang firewall dilihat dari pandangan sekuritas adalah firewall memblokir kemungkinan orang luar untuk mengakses komputer didalam network (dibelakang dinding firewall). Meskipun hal ini sangat penting untuk bisnis, tetapi network perumahan menderita sedikit atau hampir tidak ada ancaman seperti ini. Akan tetapi memasang firewall memberi keamanan dan rasa tenang.
Diterjemahkan dari:
Jeff Tyson. “How Firewalls Work”. October 24, 2000
http://www.howstuffworks.com/firewall.htm
Diposkan oleh STIKOM PTI 2007 di 20:11 
Firewall, dari Masa ke Masa
Dewasa ini, minat dan pemahaman terhadap sistem keamanan jaringan (network security) semakin meningkat seiring dengan tingginya kebutuhan untuk itu. Hal ini, tidak diragukan lagi, terjadi akibat meluasnya penggunaan internet dan banyaknya perusahaan yang telah mengimplementasikan teknologi informasi berbasis jaringan pada bisnis mereka. Internet firewall, dengan segala kelebihan maupun kekurangannya, adalah salah satu mekanisme pengamanan yang paling banyak dipakai saat ini. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari secara sepintas tentang apa itu internet firewall, sejarahnya, serta melihat bagaimana ia digunakan pada saat ini maupun di masa mendatang.
Istilah “firewall” sendiri sebenarnya juga dikenal dalam disiplin lain, dan dalam kenyataannya, istilah ini tidak hanya bersangkutan dengan terminologi jaringan. Kita juga menggunakan firewall, misalnya untuk memisahkan garasi dari rumah, atau memisahkan satu apartemen dengan apartemen lainnya. Dalam hal ini, firewall adalah penahan (barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Contoh lain dari firewall juga bisa ditemui pada kendaran bermotor, dimana firewall memisahkan antara ruang penumpang dan kompartemen mesin.
Dalam terminologi internet, istilah “firewall” didefinisikan sebagai sebuah titik diantara dua/lebih jaringan dimana semua lalu lintas (trafik) harus melaluinya (chooke point); trafik dapat dikendalikan oleh dan diautentifikasi melalui sautu perangkat, dan seluruh trafik selalu dalam kondisi tercatat (logged). Dengan kata lain, “firewall adalah penghalang (barrier) antara ‘kita’ dan ‘mereka’ dengan nilai yang diatur (arbitrary) pada ‘mereka’” (Chesswick, W & Bellovin, S., 1994).
Network firewall yang pertama muncul pada akhir era 1980-an, berupa perangkat router yang dipakai untuk memisahkan suatu network menjadi jaringan lokal (LAN) yang lebih kecil. Dalam kondisi ini, penggunaan firewall hanya dimaksudkan untuk mengurangi masalah peluberan (spill over) data dari LAN ke seluruh jaringan. Hal ini mencegah masalah-masalah semacam error pada manajemen jaringan, atau aplikasi yang terlalu banyak menggunakan sumber daya meluber ke seluruh jaringan. Firewall untuk keperluan sekuriti (security firewall) pertama kali digunakan pada awal dekade 1990-an, berupa router IP dengan aturan filter tertentu. Aturan sekuriti saat itu berupa sesuatu seperti: ijinkan setiap orang “di sini” untuk mengakses “ke luar sana”, juga cegahlah setiap orang (atau apa saja yang tidak disukai) “di luar sana” untuk masuk “ke sini”. Firewall semacam ini cukup efektif, tetapi memiliki kemampuan yang terbatas. Seringkali sangat sulit untuk menggunakan aturan filter secara benar. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus terjadi kesulitan dalam mengenali seluruh bagian dari suatu aplikasi yang dikenakan restriksi. Dalam kasus lainnya, aturan filter harus dirubah apabila ada perubahan “di luar sana”.
Firewall generasi selanjutnya lebih fleksibel, yaitu berupa sebuah firewall yang dibangun pada apa yang disebut “bastion hosts”. Firewall komersial yang pertama dari tipe ini, yang menggunakan filter dan gateway aplikasi (proxies), kemungkinan adalah produk dari Digital Equipment Corp. (DEC) yang dibangun berdasarkan firewall korporat DEC. Brian Reid dan tim engineering di laboratorium sistem jaringan DEC di Pallo Alto adalah pencipta firewall DEC. Firewall komersial pertama dikonfigurasi untuk, dan dikirimkan kepada pelanggan pertamanya, sebuah perusahaan kimia besar yang berbasis di pantai timur AS pada 13 Juni 1991. Dalam beberapa bulan kemudian, Marcus Ranum dari Digital Corp. menciptakan security proxies dan menulis ulang sebagian besar kode program firewall. Produk firewall tersebut kemudian diproduksi massal dengan nama dagang DEC SEAL (singkatan dari Security External Access Link). DEC SEAL tersusun atas sebuah sistem eksternal yang disebut gatekeeper sebagai satu-satunya sistem yang dapat berhubungan dengan internet, sebuah filtering gateway yang disebut gate, dan sebuah mailhub internal (lihat gambar 1)
Gambar 2: Zona resiko dari network privat yang tidak terproteksi
Namun demikian, bukan berarti firewall bisa sepenuhnya diandalkan dalam urusan sekuriti. Firewall tidak dapat membaca pikiran manusia atau mendeteksi paket data dengan muatan yang tidak semestinya. Firewall juga tidak dapat melindungi network dari serangan yang berasal dari dalam (insider attack), walaupun ia masih bisa mencatat aktifitas network apabila si penyerang menggunakan gateway untuk melaksanakan aksinya. Firewall juga tidak bisa melindungi koneksi yang tidak melaluinya. Dengan kata lain, apabila seseorang terkoneksi ke internet melalui modem dan saluran telepon, maka tidak ada yang bisa dilakukan oleh firewall. Firewall juga hanya menyediakan sedikit proteksi untuk jenis serangan yang sebelumnya belum dikenal, dan bahkan proteksi yang sangat buruk terhadap serangan virus komputer.
Firewall di Masa Kini
Firewall pertama yang diaplikasikan di internet berupa autetifikasi pengguna yang kuat. Apabila aturan sekuriti mengijinkan akses ke network privat dari jaringan luar, seperti internet, maka dibutuhkan satu jenis mekanisme autentifikasi pengguna. Secara sederhana, autentifikasi dapat diartikan sebagai usaha “untuk meyakinkan keabsahan sebuah identitas”. Username dan password merupakan salah satu jenis autentifikasi, tapi bukan autentifikasi yang kuat. Dalam koneksi non-privat, seperti halnya koneksi non-enkripsi yang melintasi jaringan internet, username dan password dapat dicegat untuk dibaca. Autentifikasi yang kuat menggunakan teknik kriptografi, misalnya dengan memanfaatkan sertifikasi maupun dengan menggunakan sebuah peralatan khusus semacam kalkulator (seperti KeyBCA). Mekanisme ini mencegah apa yang disebut sebagai “replay attack” - dimana, sebagai contoh, sebuah username dengan passwordnya dicegat untuk kemudian digunakan oleh yang pihak lain tidak berhak. Karena kedudukannya itu - berada di antara sisi “trust” dan “untrust” dari network - dan karena fungsinya sebagai gateway terkontrol, firewall menjadi tempat yang logis untuk menempatkan layanan semacam ini.
Firewall jenis lain yang bekerja di internet adalah enkripsi firewall-to-firewall. Sistem ini pertama kali diaplikasikan pada firewall ANS InterLock. Saat ini, koneksi semacam ini disebut sebagai Virtual Private Network (VPN). Ia adalah “privat” karena menggunakan kriptografi. Ia menjadi privat secara “virtual” karena komunikasi privat tersebut mengalir melalui jaringan publik seperti internet. Walaupun VPN telah ada pada masa dimana firewall belum dikenal, namun ia kini mulai sering dijalankan pada firewall. Dewasa ini, kebanyakan pengguna mengharapkan vendor firewall agar juga menyediakan opsi untuk VPN. Disini, firewall bertindak sebagai titik akhir (end point) untuk VPN diantara pengguna enterprise dan mobile (telekomuter) sehingga komunikasi yang konfidensial antara perangkat yang terhubung dapat terus terjaga.
Dalam beberapa tahun terakhir, firewall juga populer untuk digunakan sebagai perangkat content screening. Beberapa aplikasi firewall di lapangan ini mencakup virus scanner, URL screening, dan scanner keyword (juga dikenal di kalangan pemerintah AS sebagai “guards”). Apabila aturan sekuriti di sebuah organisasi mewajibkan screening terhadap virus komputer, adalah tindakan yang logis untuk melakukan screening terhadap lalu lintas file pada entry point yang terkontrol seperti halnya pada firewall. Faktanya, tersedia standar untuk memasang software antivirus pada aliran data (data flow) di firewall untuk mencegat dan menganalisis file data. Demikian pula halnya dengan URL screening – akses ke www yang terkontrol melalui firewall – dan content screening juga merupakan “bagian” yang cocok untuk dilimpahkan pada firewall.
Terlepas dari segala manfaatnya, masih ada juga keraguan di kalangan administrator jaringan untuk memanfaatkan firewall, khususnya menyangkut performa sistem jaringan. Ada anggapan bahwa penggunaan firewall berpotensi untuk menurunkan performa sistem secara signifikan. Sebagai solusinya, belakangan beberapa vendor router dan firewall telah mengembangkan suatu add-on firewall yang relatif baru yang disebut “flow control” untuk menghantarkan Quality of Service (QoS). QoS, sebagai contoh kasus, dapat membatasi besarnya bandwidth network yang dapat dipakai oleh seorang pengguna jaringan, atau membatasi besarnya kapasitas network yang dapat dipakai untuk layanan yang spesifik (seperti FTP atau web). Sekali lagi, karena firewall berfungsi sebagai gateway, maka ia menjadi tempat yang logis untuk menempatkan mekanisme pengaturan QoS.
Masa Depan Firewall
Di masa mendatang, firewall diprediksi akan menjadi pusat pengaturan pada network maupun internetwork. Selama ini, firewall dipandang sebagai komponen sekuriti berskala besar pertama yang pernah dikenal, produk keamanan internet pertama yang sukses secara komersial, dan piranti sekuriti yang paling banyak digunakan. Namun firewall sendiri masih belum sepenuhnya memadai untuk mengamankan sebuah jaringan. Firewall hanyalah salah satu mekanisme yang digunakan untuk itu. Firewall dituntut untuk mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan piranti (device) lainnya. Firewall harus dapat berhubungan dengan sistem kontrol sekuriti jaringan, melaporkan kondisi-kondisi serta even yang sedang berlangsung, dan memungkinkan sistem kontrol merekonfigurasi sensor dan respon sistem secara keseluruhan. Sebuah firewall dapat berhubungan dengan piranti deteksi penyusupan (intrusion) pada jaringan untuk mengatur tingkat sensitifitasnya, misalnya dengan mengijinkan koneksi yang ber-autentifikasi dari luar jaringan dalam kondisi tertentu. Sebuah stasiun monitoring yang terpusat dapat memantau semua proses ini, membuat beberapa perubahan, bereaksi terhadap alarm dan peringatan-peringatan lainnya, serta meyakinkan bahwa seluruh software antivirus dan piranti content-screening berfungsi secara normal.
Dewasa ini, beberapa produk telah dibuat berdasarkan teknologi tersebut. Sistem deteksi penyusupan (Intrusion Detection System, IDS) dan sistem rekonfigurasi firewall secara otomatis berdasarkan kondisi tertentu kini telah tersedia. Namun teknologi firewall sendiri terus berevolusi ke bentuk yang lebih maju. Firewall kini memainkan peranan penting dalam strategi pengamanan yang bersifat multilayer dan multilevel.
Dengan maraknya penggunaan internet dan intranet, maka penggunaan firewall pada layanan tersebut juga makin berkembang. Ia bukan lagi menjadi satu-satunya mekanisme sekuriti, melainkan akan bekerjasama dengan sistem pengamanan lainnya. Ke depan, firewall kemungkinan akan berkembang dengan memanfaatkan teknologi yang lebih maju, namun ia akan tetap menjadi
bagian tak terpisahkan dalam metode dan mekanisme pengamanan jaringan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar